06 Maret 2017 | dilihat: 1283 Kali
Tindakan Represif Kepolisian Terhadap Warga Desa yang Mencari Keadilan
noeh21
Maklon Dorasaya/salah seorang korban penganiayaan (dok)

WartaOne, Pulau Taliabu, Malut – Pada tanggal 23/02/2017, warga masyarakat desa yang melingkari wilayah tambang, diantaranya, Desa Lede, Desa Tolong, Dusun Fango, Desa Todoli, Desa Balohang Kecamatan Lede dan Desa  Padan, Natan Kuning, Desa Tikong Kecamatan Taliabu Utara Kabupatn, Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, melakukan aksi damai di depan Port Gambose.

Aksi ujuk damai yang dilakukan di pintu masuk perusahaan tersebut menuntut pembayaran ganti rugi lahan warga yang digusur dan tanaman yang rusak akibat aktivitas peerusahaan PT Adidaya Tangguh (Sali Grup).

Aksi yang berlangsung tertib dan damai tersebut berlangsung sekitar pukul 12.00 WIT. Kurang lebih pada  pukul 14.40 WIT massa aksi bernegosiasi dengan pihak keamanan yakni aparat  kepolisian yang berada di lokasi agar pihak perusahan menemui perwakilan massa, namun  permintaan tersebut tidak digubris  oleh pihak perusahaan dan perwakilan  massa terus bernegosiasi dengan Kapolres Kabupaten Kepulauan Sula yang saat itu Berada dilapangan, namun Kapolrespun mengabaikan permintaan massa.

Bersamaan dengan itu, Kapolres meminta agar massa aksi membubarkan diri karena tidak memiliki izin dari pihak Kepolisian setempat.  Namun begitu, massa   terus melanjutkan aksi  karena setiap kali aksi dilakukan oleh warga lingkar tambang pihak perusahaan selalu menjanjikan akan  merealisasikan tuntutan   warga dengan catatan harus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Pulau Taliabu.

Upaya koordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah dilakukan, hanya saja pihak Pemda tidak mau bertanggungjawab bahkan mengembalikan tanggungjawabnya ke pihak perusahaan. Merasa dibohongi dan dipermainkan oleh kedua belah pihak (Pemda Pulau Taliabu dan PT Adidaya Tangguh)

Massa bersikeras untuk bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan untuk mendapat penjelasan dan kepastian terkait proses ganti rugi lahan, namun tuntutan tersebut diabaikan oleh pihak perusahaan dengan tidak mau menemui warga.

Kronologis Kericuhan

Pada pukul 15.30 WIT: Karena tuntutan diabaikan dan tidak ada perwakilan perusahan yang menemui massa aksi maka Kapolres untuk kesekian kainya menyampaikan kepada masaa aksi untuk bubar. Massa aksi menuruti permintaan Kapolres untuk membubarkan diri, namun tiba-tiba salah satu anggota Kepolisian yang bertugas di Polsek Bobong yang berada di lokasi ( Kanit Reserse Polsek Bobong) menyerang salah satu orang peserta aksi bernama Ilham Ladiidu dengan cara memeluk dari bekang dan membanting serta memukuli Saudara Ilham.

Melihat kejadia tersebut massa aksi berbalik  membantu mengamankan  rekannya, namun tiba-tiba anggota Kepolisian yang berada di lokasi tersebut  menyerang massa aksi dan melepaskan tembakan ke udara.

Massa aksi berhamburan berlari menuju perkampungan, aparat Kepolisian terus mengejar dan  menyisir warga yang berada  di perkampungan Desa Tolong  secara membabi buta sampai ke rumah warga dan merusak rumah warga sebanyak 10 unit, kenderaaan roda dua sebanyak 30 unit, dengan dalih  mencari warga sebagai otak provokator dan ditangkap dan di pukuli.

Penggerebekan yang dilakukan di Desa Tolong, kemudian berlanjut ke Desa Todoli, pihak Kepolisian menggeledah setiap rumah mencari pelaku yang dituduh provokator. Sebanyak 16 orang ditangkap dan dibawa dengan speed Boat (Polairut) menuju Kabupaten Kepulauan Sula dan ditahan Kantor Polisi Resort Kepulauan Sula.

Selain menangkap 16 orang sebagai sasaran, Kepolisian juga menyerang secara mambabi buta di Desa Tolong dengan cara memukul warga desa yang mereka temui  baik dijalanan maupun di rumah secara brutal termasuk kaum ibu,  bapak-bapak atau siapapun yang mereka temui. Setelah melakukan penyisiran di Desa Tolong  Polisi melanjutkan penyisiran ke Desa Todoli dan menangkap beberapa orang warga yang di targetkan sebagai aktor penggerak.                       

DAFTAR NAMA WARGA KORBAN PENGANIYAYAAN

1.    Ladamu ( saat ini di tahan di kepolisian )

2.    Lepes kulungan

3.    Jaya

4.    Bapa endang

5.    Leves

6.    Parman   (warga desa  tolong)

7.    Hesto

8.    Tansi  (warga  Desa Balohang)

9.    Sayaf (warga Desa Padang)

Selain itu Sebelum kejadian pada tanggal  tanggal 23 Februari 2017. Pada tanggal  9 Februari 2017 juga terjadi aksi  yang sama oleh Warga masyarakat lingkar tambang dan meyebabkan beberapa warga yang tergabung  dalam masa aksi 4 orang menjadi korban 3 orang diantaranya terkenal tembakan peluru karet. 1 orang terluka akibat senjata tajam ( Parang ).

Daftar nama-nama warga yang ditahan oleh aparat kepolisian di Kantor Polres Kabupaten Kepulauan Sula :

1.    Maklon Dorosaya, lahir di Tolong 31 Oktober 1991, Umur 25 Tahun, Pekerjaan Petani, Agama Kristen Protestan, Beralamat di Desa Tolong Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu

2.    Lasama, lahir di Buton, Tahun 1961,Umur 65 Tahun, Pekerjaan Petani, Agama Islam, Beralamat di Desa TodoliKecamatanLede, Kabupaten Pulau Taliabu.

3.    Aris Abdul, Lahir di Desa Todoli, 19 September 1977, Umur 40 Tahun, Pekerjaan Petani, Agama Islam, Beralamat di Desa Todoli Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu.

4.    Ladamu, Pekerjaan Petani, Agama Islam, Beralamat di Desa Todoli Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu.

5.    Artawan, Pekerjaan Petani, Agama Islam, Beralamat di Desa Todoli Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu.

6.    Afani, Pekerjaan Petani, Agama Islam, Beralamat di Desa Todoli Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu

7.    Alimudin Umacina, lahir di Ternate, 1952,Umur 65 Tahun, Pekerjaan Petani, Agama Islam, Beralamat di Desa Todoli Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu.

8.    Jasmin Soamole, Lahir di Desa Kualo, 1963, Umur 54 Tahun, Pekerjaan Petani, Agama Islam, Beralamat di Desa Todoli Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu.

9.    Ladayono, lahir di Desa Wanci, 1965, Umur 52 Tahun, Pekerjaan Petani, Agama Islam, Beralamat di Desa Balohang Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu.

10.    Lazali, Lahir di DesaTodoli, 1959, Umur 56 Tahun, Pekerjaan Petani, Agama Islam, Beralamat di Desa Todoli Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu.

11.    Bambang, Lahir di DesaTodoli, 26 Juni1986, Pekerjaan Petani, Agama Islam, Beralamat di Desa Todoli Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu.

12.    Suhardin Idrus, Lahir di DesaTodoli, 20 Januari1975, Pekerjaan Petani, Agama Islam, Beralamat di Desa Todoli Kecamatan Lede, Kabupaten pulau Taliabu.

13.    Ilham ladiidu, lahir di desa Todoli  tanggal 11 November 1983, pekerjaan petani, agama islam, beralamat di desa Todoli Kecamatan Lede Kabupaten Pulau Taliabu.

Hingga berita ini diturunkan, tim WartaOne yang berada di lokasi belum bisa terhubung dengan pihak-pihak terkait untuk upaya konfirmasi.

“Dari ke tigabelas nama diatas yang ditahan di polres Kabupaten Kepulauan Sula masih terdapat 3 orang warga yang ditahan namun identitasnya tidak dapat diakses karena kami tidak diijinkan oleh pihak kepolisian untuk menemui mereka dengan alasan apapun kecuali penasehat hukum,” (Ricky Soamole)

Berita Terkait

00031404

Total pengunjung : 31404
Hits hari ini : 298
Total Hits : 156854
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)