01 Februari 2017 | dilihat: 1256 Kali
Teratai Blambangan Kembali Berkumandang di Sidang Hartoyo
noeh21
Ilustrasi (ist)

WartaOne, Kebumen – Kasus suap ijon di Dikpora Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah yang melibatkan  Hartoyo pemilik PT OTODA SUKSES MANDIRI (OSMA) disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/01/2017).

Persidangan yang dipimpin oleh Hakim Siyoto juga menghadirkan saksi Direktur Utama PT OSMA, Juberlan Sihite , LBH Pakhis Kasran dan Salim Qolbin.

Dalam keterangannya, saksi dari LBH Pakhis Kasran mengakui keterlibatan Hartoyo, terbukti dengan adanya pertemuan dengan M. Basikun Mungalim (Petruk), Dian Lestari, Agus Hasan dan Kasran di rumah makan Teratai Blambangan. Pertemuan itu telah direncanakan oleh Petruk, dua bulan paska pelantikan Bupati Kebumen.

Pada sidang yang mendengarkan para saksi tersebut, Pakhis Kasran menyatakan, pada tanggal 3 Oktober 2016, terdakwa Hartoyo telah meminta Juberlan Sihite untuk mencairkan cek di Bank Mandiri dengan Nomor Rekening 006000628861 An. Otoda Sukses Mandiri senilai Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) dan setelah itu uangnya dikirimkan ke Rekening Zaini Miftah dengan  Nomor Rekening 376890482 di Bank BNI.

Dalam kesaksian Juberlan Sihite, ketika ditanya Hakim, apakah saksi tahu untuk keperluan apa, dijawab tidak tau, karena ia hanya diperintah oleh terdakwa untuk menstransfer saja.

Juberlan Sihite baru mengetahui transferan tersebut dikaitkan dengan kasus ini setelah adanya OTT di Kebumen. Selain itu, Juberlan Sihite juga menyebutkan bahwa dirinya hanya bertugas untuk mencari surat dukungan dari produsen sebagai  persyaratan lelang dan upload dokumen via LPSE.

Sementara itu dalam kesaksiannya, Salim Qolbin menjelaskan tentang proses serah terima uang suap dari tersangka Hartoyo. Saksi menjelaskan, setelah menarik uang sejumlah Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) tersebut, Salim Qolbin menggabungkan dengan uang sejumlah Rp55.000.000,00 (lima puluh lima juta rupiah) sehingga total menjadi Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah) lalu dimasukan ke dalam amplop, sedangkan Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah) dimasukan dalam amplop yang terpisah.

Kemudian, Qolbin Salim menuju Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen menemui Sigit Widodo di ruang kerjanya dan menyerahkan amplop yang berisi uang sejumlah Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah) kepada Sigit Widodo, sedangkan amplop yang berisi uang sejumlah Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah) atas arahan Sigid Widodo agar diserahkan kepada Imam Satibi yang sedang berada di rumah Dinas Wakil Bupati.

Kemudian Salim Qolbin menuju rumah dinas Wakil Bupati dan menyerahkan uang sejumlah Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah) kepada Imam Satibi (Rektor IAINU Kebumen).

Persidangan kelima ini hanya berlangsung selama 2 jam, dimulai pukul 10.00 WIB  sampai pukul 12.00 WIB. 

Ketika wartaone menanyakan langsung kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dodik terkait saksi-saksi  siapa saja yang akan dipanggil pada persidangan yang akan datang, Jaksa KPK tersebut mengatakan belum bisa memastikan dan diminta menunggu kabar selanjutnya.

Di tempat terpisah, KPK juga melakukan penggeledahan ke sejumlah tempat diantaranya dikediaman ketua DPRD Cipto Waluyo di Semanding Kecamatan Gombong, Wakil Ketua DPRD Kebumen Agung Prabowo, serta sejumlah anggota dewan, seperti Adib Mutaqin, Wijil Triatmojo dan juga Sekretaris ULP Kebumen, teguh Kristiyanto.(p66/DD).

Berita Terkait

00030906

Total pengunjung : 30906
Hits hari ini : 138
Total Hits : 155784
Pengunjung Online : 3

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)