08 Februari 2017 | dilihat: 2021 Kali
Sidang Tipikor yang Didominasi Adi Pandoyo
noeh21
Sidang Tipikor Semarang

WartaOne, Kebumen – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang , Selasa (07/02/2017) melanjutkan sidang atas terdakwa Hartoyo yang diancam Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Pasal 5 ayat (1) huruf a tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001.

Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 4 saksi, Basikun Suwandi Atmojo (LSM) Adi Pandoyo (sekda), Imam Satibi (Rektor Stainu Kebumen) dan satu lagi Nurmalia yang berhalangan hadir karena sedang dalam proses Persalinan.

Dalam keterangannya kepada Jaksa Penuntut Umum, saksi Basikun Suwandi Atomojo alias Petruk mengatakan,  dirinya merupakan tim suskes Bupati Muhammad Yahya Fuad (2016-2021) telah bertemu dengan Sigit Widodo dan mengatakan bahwa dirinya sudah mendapat ‘restu’ dari Bupati dan Adi Pandoyo untuk mengerjakan proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen.

Menurut Petruk, kata "restu" merupakan improvisasi untuk meyakinkan Sigit Widodo. Namun begitu, ia menyatakan bahwa dirinya tidak pernah bertemu Bupati untuk meminta pekerjaan.

“Bertemu Bupati hanya terkait diskusi-diskusi RPJMD dan hal-hal yang bersifat aspiratif seperti LSM pada umumnya,” ucapnya.

Terkait dengan pertanyaan yang mengarah seberapa besar keterlibatan Bupati di dalam kasus ijon proyek APBDP 2016 ini, saksi (Petruk) bersumpah tidak ada petunjuk bagi-bagi proyek dari Bupati.

“Pokir itu adalah inisiasi dari Anggota Dewan dan pembahasan hanya sampai di jajaran SKPD setelah mendapat 'lampu hijau' dari Sekda saat itu, Adi Pandoyo,” jelas Petruk.

Tentang kedekatannya dengan Dian Lestari, Petruk mengakui bahwa Dian merupakan salah satu Anggota Dewan Senior ( 3 periode ) yang sering berdiskusi dan dalam kasus ini merupakan unsur Dewan yang berperan aktif untuk pengkondisian dari pengawalan, pembahasan anggaran Pokir sampai ditetapkan dalam Paripurna.

Selain itu, Petruk mengaku memberi suap senilai  60 juta rupiah untuk jatah Buku kepada Dian Lestari dan 8 anggota Dewan Komisi A adalah urusan dirinya. Dia juga membenarkan bahwa Alat Peraga dari Pokir senila 750 juta di serahkan kepada tersangka Hartoyo.

Di akhir kesaksiannya, bersamaan dengan pada saat Jaksa dan tersangka menyerahkan Barang Bukti, Hakim sambil geleng-geleng kepala berucap, "Saksi ini hebat ya, sangat sakti. Sebagai swasta bisa mempengaruhi banyak hal dalam proses pemerintahan".

Adi Pandoyo yang menjadi saksi kedua, dimana pada kasus ijon ini adalah Sekretaris Daerah di jajaran pemerintahan Kabupaten Kebumen lebih menjelaskan hal-hal yang normatif dan prosedural terkait Tupoksinya sebagai Sekda. Sebagai Ketua TAPD ( Tim Anggaran Pemerintah Daerah ), ia mengaku mempunyai tugas menyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD yang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah, SKPD dan pejabat lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Ketika didesak oleh Jaksa tentang kedekatan dengan terdakwa Hartoyo, Adi Pandoyo hanya mengatakan Kenal baik dimulai pada saat dia menjabat Kepala Dinas Dukcapil dan Hartoyo adalah rekanan untuk Pengadaan Security Printing sekitar tahun 2004 an.

Ketika diklarifikasi dengan keterangan-keterangan saksi lain, Adi Pandoyo tetap berkilah bahwa semua harus dilaksanakan sesuai aturan dan prosedur lelang tidak ada istilah lampu hijau dari Pak Sekda.

Berkali-kali Jaksa dan Hakim mengingatkan bahwa kesaksian ini di bawah sumpah. Ada momen yang berbeda dengan  sidang-sidang terdahulu ketika di konfrontir keterangan saksi Imam Satibi dengan Adi Pandoyo terkait keterangan yang berdasarkan rekaman percakapan dan pertemuan di ruang sekda sekitar bulan Oktober 2016 antara Sigit Widodo, Petruk dan Adi Pandoyo.

Pada pertemuan itu Sigit diperintahkan untuk menelpon tersangka Hartoyo. Adi Pandoyo diundang kembali memasuki persidangan diminta menjelaskan keterlibatanya dalam pertemuan tersebut. Kemudian juga terkait keterangan dari saksi Imam Satibi berdasarkan rekaman percakapan denga Sigit Widodo terkait kalimat "bekum berani eksekusu sebelum mendatap lampu Hijau dari sekda".

Dari pantauan wartaone dan berdasarkan keterangan saksi saksi sejak sidang pertama sampai kelima ini, kasus ijon proyek APBDP 2016 di Kabupaten Kebumen ini menunjukan sangat dominannya posisi Sekda saat itu. Dimulai dari pembahasan dengan Dewan untuk tawar menawar nilai Pokir kemudian ikut serta komunikasi dengan rekanan walaupun dalam kesaksian Adi Pandoyo masih tetap mengelak.

Kepada Wartaone tim Jaksa sidang kelima mengatakan, jika saksi berbelit-belit hanya akan menghambat dan menyulitkan saksi/tersangka karena keterangannya sangat terkait kasus yang di sangkakan.

Seperti diketahui saksi yang di hadirkan hari ini dua si antaranya adalah tersangka yaitu Adi Pandoyo dan Imam Satibi. Untuk sidang berikutnya akan digelar pada Selasa, 14 Februari 2017. JPU akan menghadirkan 4 saksi lagi. (panggi)

Berita Terkait

00031356

Total pengunjung : 31356
Hits hari ini : 177
Total Hits : 156733
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)