28 Maret 2017 | dilihat: 648 Kali
Yansen TP: Walau Badai Menghadang Saya Bangun Malinau Pakai Hati
Realisasikan Program Jokowi, Saya Bangun Malinau Pakai Hati Meski Perjalanan Extreem
noeh21
Perjalanan Dinas extreem Bupati Malino, Yansen Tipa Padan dan Muspida ke beberapa daerah yang masih ter isolir

WartaOne,Malinau - Perjuangan luar biasa Bupati Malinau Provinsi Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan dan Muspida yang patut diapresiasi. Perjuangan untuk melayani wilayahnya tergolong menantang maut, karena medan yang harus ditempuh berada di desa-desa terpencil Malinau yang sulit diakses.

Betapa tidak, untuk sampai ke lokasi harus menggunakan transportasi udara dengan menyewa pesawat pesawat kecil. Medan yang ditempuh dengan menggunakan pesawat yang disewanya juga harus senam jantung karena di daerah yang terpencil di kabupaten Malinau tidak memiliki bandara yang represntatif. Bandara yang ada hanya seperti lapangan bola berupa landasan tanah dan rumput sebagai  bandara Perintis yang hanya dapat didarati oleh  pesawat Maf dan Susi Air. Untuk penerbangan sistem berjadwal dilayani  Susi Air, sementara untuk sistem yang tidak berjadwal dilakukan oleh MAF.

Menurut Sumariyanto, kepala Bandara Yuvai Semaring,”Untuk pesawat MAF hanya melayani penerbangan di sekitar Long Bawan. “Dengan kondisi bandara-bandara yang masih mempunyai landasan tanah ataupun rumput,” ujar Sumariyanto . MAF, lanjut Sumariyanto, merupakan pesawat missionaris untuk gereja yang hanya bisa ditempuh dengan pesawat. “MAF diutamakan untuk orang sakit sekitar ataupun di luar Long Bawan.”

Sementara Susi Air merupakan pesawat perintis yang disubsidi pemerintah untuk transportasi udara. “Ada juga pesawat Cassa hanya dimanfaatkan untuk mengangkut bahan sembilan bahan pokok. Jadwalnya kadang bisa tiap hari atau seminggu satu sampai dua kali,” Pungkasnya.

Tidak cukup sampai disitu, apabila menggunakan moda transportasi sungai, untuk menyebrang sungai harus malawan arus sungai yang begitu deras agar dapat terhubung antara desa satu ke desa lainnya.

Presiden menegaskan dalam kunjungannya dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Regional Kalimantan (RPJMN 2014-2019) di Kantor Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (15/12/2014), agar para kepala daerah se-Kalimantan tidak khawatir soal anggaran pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Jokowi mendorong agar kepala daerah terus menggagas program-program besar berskala nasional kemudian diajukan ke pemerintah.

"Bagian duit bagian saya. Itu urusan presiden. Jalan saja. Yang bisa APBD, ya APBD. Yang APBN, ya APBN. Nanti yang prioritas kita putuskan. Saya pilih-pilih yang berdampak ke masyarakat yang mana. Nanti kita pilih yang mana kira masuk ke 2015 yang bisa dampak ke masyarakat dan nasional," tegasnya.

Selain itu ada delapan point yang disampaikan dalam Musrenbang tersebut. Berikut delapan perintah Presiden Joko Widodo untuk jajaran Polri dan Kejaksaan:

  1. Kebijakan dan diskresi tidak boleh dipidanakan.
  2. Tindakan administrasi harus dibedakan dengan yang memang berniat korupsi. Aturan BPK jelas, mana pengembalian dan yang bukan.
  3. Temuan BPK masih diberi peluang perbaikan 60 hari. Sebelum waktu itu habis, penegak hukum tidak boleh masuk dulu.
  4. Kerugian negara harus konkret, tidak mengada-ada.
  5. Kasus dugaan korupsi tidak boleh diekspos di media secara berlebihan sebelum tahap penuntutan.
  6. Pemda tidak boleh ragu mengambil terobosan untuk membangun daerah.
  7. Perintah ada pengecualian untuk kasus dugaan korupsi yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT).
  8. Setelah perintah itu, jika masih ada kriminalisasi kebijakan, Kapolda-Kapolres dan Kajati-Kajari akan dicopot.

Ironisnya, kerja keras Bupati Malinau memperjuangkan gerakan desa membangun dibalas dengan laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh salah satu LSM yang melaporkan ke lembaga super power tersebut. Meski begitu tak membuat bupati Malinau patah semangat namun mempersilahkan KPK untuk juga memeriksa jajaran di bawahnya. Hal ini terlihat beberapa waktu lalu petugas KPK mendatangi kabupaten malinau untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Namun ternyata setelah ditelusuri, anggaran besar karena kondisi medan yang minim bahkan tidak ada transportasi umum seperti daerah lain.

Menurut Bupati, Untuk hasil yang optimal dalam melayani masyarakat,  hanya ada satu  cara , baik sosialisasi maupun menjalankan program Pemerintah yaitu turun ke desa-desa terpencil karena tak mungkin kepala desa dan perangkat desa mengurus berkas dan administrasi ke ibukota kabupaten karena persoalan transportasi dan biaya yang cukup besar.

“Coba kita bayangkan jika satu desa ke desa yang lain harus Carter motor Boot dengan sejumlah perangkat muspida maka pantas jika anggaran operasional perjalanan terbilang tinggi' jika bukan bupati yang terjun ke desa-desa tak mungkin mampu kepala desa dan dan masyarakat sanggup melakukan perjalanan dinas ke ibukota kabupaten dengan alasan tak mampu Carter pesawat dan Carter boot, Itulah yang menjadi alasan mengapa anggaran perjalanan dinas begitu besar karena tidak seperti daerah lain di Indonesia yang akses sudah mudah dijangkau”. Ungkap Yansen ketika dihubungi melalui saluran telepon.

Yansen menambahkan “jika daerah lain pada umumnya Kepala Desa atau Perangkat Desa datangi kantor-kantor pelayanan publik di ibukota kabupaten, kalau yang saya lakukan ini justru berbalik, dari kabupaten Malinau saya sendiri yang turun untuk melayani masyarakat baik untuk sosialisasi maupun birokrasi melalui Gerakan Desa Membangun atau GEDERMA untuk Malinau yang saya bentuk”. Imbuhnya.

Yansen berharap untuk tidak adanya intervensi dari pihak manapun agar pembangunan infrastruktur dan lainnya berjalan lancar tanpa hambatan dan segera terrealisasi serta dapat segera dinikmati oleh warga desa yang hingga saat ini masih terisolasi sesuai dengan programnya yaitu “Bebaskan Malinau dari terisolasi karena transportasi”.

(bw)

Berita Terkait

00047768

Total pengunjung : 47768
Hits hari ini : 250
Total Hits : 195403
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)