18 Januari 2017 | dilihat: 1007 Kali
PT Haltim Meaning Meresahkan Warga
noeh21

WartaOne, Ternate – Warga Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara mengeluhkan kegiatan PT. Haltim Meaning.

Keluhan yang disampaikan oleh warga tersebut terkait dengan mata air puncak bukit Sasa yang terkontaminasi oleh pembuangan limbah tambang PT Haltim Meaning.

Forum masyarakat lingkar tambang yang tergabung dalam Lembaga Pemerhati Masyarakat (Lemhati), pada pekan lalu mendatangi Kantor Lingkungan Hidup dan Pertanahan untuk menyampaikan keluhan tersebut.

Ketua Lemhati, Dino Malik meminta agar aktivitas PT Haltim Meaning dihentikan karena  tidak melakukan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dengan baik serta tidak ada dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UPL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL) yang jelas, berdasarkan Undang-undang 23 dan Peraturan Pemerintah Lingkungan Hidup (PPLH).

Meskipun belum menimbulkan korban, namun pencemaran lingkungan ini telah mengancam kesehatan warga Desa Sangadji dan Wailukum.

 “Pencemaran limbah oleh PT Haltim Meaning adalah kasus atau persoalan yang masuk dalam kategori kejadian luar biasa,” ucap Dino.

Sementara itu Humas PT. Haltim Meaning, Daniel Bowai mengaku, penanggulangan sudah dilakukan akhir Desember lalu.

Sedangkan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Harjon Gafur mengatakan ,tanggung jawab tambang adalah Pemerintah Provinsi. Namun begitu, pihaknya akan melakukan investigasi. (ila) 

Berita Terkait

00030903

Total pengunjung : 30903
Hits hari ini : 130
Total Hits : 155776
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)