04 Januari 2017 | dilihat: 1070 Kali
Musibah di Perairan yang Berulangkali Terjadi
noeh21

WartaOne, Ternate – KM. Karamando adalah Armada pengangkut barang dan penumpang yang melintasi perairan laut Halmahera antara Kota Ternate dan Jailolo dengan kapasitas sekitar 100 orang.

Tenggelamnya armada yang menjadi andalan warga ini (29/12) mendapat perhatian khusus masyarakat Provinsi Maluku Utara terkait dengan bahayanya pelayaran di musim hujan.

Kapal kayu yang tenggelam setelah sebelumnya terjadi kerusakan pada mesin kemudian dihantam ombak setinggi tiga meter hingga lambung sebelah kanan bocor tersebut bukanlah kali pertama dan telah banyak memakan korban.

Kapal kayu yang menjadi andalan warga Ternate dan Jailolo tersebut tenggelam setelah sebelumnya terjadi kerusakan pada mesin kemudian dihantam ombak setinggi tiga meter hingga lambung sebelah kanan bocor.

Informasi yang dirangkum wartawan WartaOne beberapa saat lalu, tercatat pada Kamis, 09: 30 WIT (29/12) sebanyak 50 orang yang terdaftar di loket penjualan tiket. Namun kenyataannya penumpang yang diangkut lebih dari jumlah yang terdaftar. Hal ini menjadi salah satu penyebab kesulitan mengidentifikasi jumlah korban penumpang.

Selain itu life Jacket (Pelampung) yang seharusnya dipakai sebelum berlayar justru menjadi hal tersulit untuk diterapkan. Hal inipun merupakan suatu kebiasaan buruk masyarakat Maluku Utara pada umumnya.

Kemudian daripada itu, kondisi kapal dengan fasilitas keselamatan yang serba terbatas tersebut hendaknya menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk menaikinya. Begitupun dengan aparat terkait yang berwenang dalam hal menggunakan jasa dan izin berlayar untuk menindak setiap pelanggaran.

Tidak kalah penting, kelengkapan armada, terlatihnya awak kapal, dengan standar Operasional Prosedure (SOP) hendaknya menjadi jaminan keselamatan bagi sebuah pelayaran, sehingga semua pihak, baik aparatur pemerintah dan Masyarakat pengguna sama-sama bertanggungjawab untuk menerapkan dan mematuhi aturan.

Sebelumnya, pada hari yang sama tiga warga Pulau Obi Halmahera Selatan hilang akibat karamnya kapal Fiber Puteri Tunggal di perairan Tapa, Desa Pasir putih, Kec. Obi Utara Halmahera Selatan.

Kapal yang membawa 4 awak dan 10 ton BBM serta bahan makanan milik PT Wanatiara Persada, salah satu perusahaan yang beroperasi di pulau Obi itu, tenggelam setelah dihantam ombak setinggi 3 meter. Hingga kemarin seorang awak kapal ditemukan dengan selamat, sementara tiga penumpang lainnya dinyatakan hilang.

Dengan sering terjadinya musibah ini, seharusnya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah wilayah Provinsi Maluku Utara terkait penegasan dan pengawalan armada laut yang beroperasi, serta penerapan sanksi yang berat bagi armada laut yang tidak mengikuti aturan, mengingat transportasi utama penyeberangan wilayah Maluku Utara adalah transportasi antar pulau yang menggunakan jasa kapal laut. (Ila)

Berita Terkait

00031324

Total pengunjung : 31324
Hits hari ini : 39
Total Hits : 156595
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)