10 Juli 2019 | dilihat: 201 Kali
Ajudan Bantah Wakil Walikota Turut Keroyok Seorang Warga
noeh21
Aprima menunjukan Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi (STPL)
Aprima Tampubolon (32), pria yang mengaku dikeroyok oleh Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, rupanya membuat keterangan palsu yang membuat nama baik Muhammad Sinen tercemar.   

Tikep, WartaOne.net - Keterangan palsu yang dibuat Aprima yaitu mengenai dirinya yang mengaku telah dikeroyok oleh Kepala Dinas (Kadis) Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD), sejumlah ASN dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen di Kantornya. Selasa(9/7/2019).

Hal tersebut seperti yang dimuat di sejumlah media online (fokusmalut dan lintasmalut) pada tanggal 10 Juli 2019.

Dalam pemberitaan kedua media online itu dijelaskan, Aprima yang hendak menyampaikan aspirasi masyarakat terkait dengan masalah banjir yang dialami oleh masyarakat Dokiri lingkungan tujuh di kantor Walikota Tikep, disikapi negatif dan dicaci maki dengan kata-kata kasar oleh Kadis BPMD, Wakil Walikota Tikep serta sejumlah ASN.

Terkait pemberitaan di kedua media online itu, ajudan Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen yang bernama Opan, memberikan klarifikasinya kepada Wartaone.net.

Menurut kesaksiannya, saat Aprima berada di Kantor Walikota, Wakil Walikota Tikep Muhammad Sinen sedang rapat dengan Kepala Dinas ( Kadis) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Nanti Bapak Kadis Keluar, baru saya masuk beritahu pak Wali" ujar Opan lewat pesan Whatsapp, Rabu (10/7/2019).

Opan menambahkan, Aprima sendiri tidak mau menunggu Walikota Tikep, Capt. Ali Ibrahim yang memang ingin ia temui saat itu. Dia justru berteriak seraya berbicara lantang.

"Kadis itu tidak penting, yang penting itu masyarakat" kata Opan menirukan ucapan Aprima.

Karena suaranya keras terdengar maka Opan mempersilahkan Aprima untuk duduk dan berdiskusi di ruang tunggu. Kemudian Opan memanggil salah satu ASN bernama Iqbal Japono untuk mendengarkan keluh kesah Aprima.

Namun masih menurut keterangan Opan, saat Aprima dan Iqbal Japono berdiskusi di ruang tunggu, Aprima masih terlihat marah sehingga Iqbal terpancing emosinya. Keduanya lalu terlibat adu mulut.

Situasi tersebut membuat Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen yang tengah rapat dengan Kepala Dinas ( Kadis) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memutuskan keluar ruangan dan bertanya.

"Ini masalah apa?, dari mana?" ungkap Opan menirukan ucapan wakil Walikota.

Namun menurut Opan, Aprima terus saja ribut dengan nada tinggi dan tidak sopan, yang akhirnya Opan berusaha mengamankan Aprima dari kantor walikota, namun saat diamankan Aprima malah balik memukul Opan.

"Jadi begitu kronologisnya, bukan pak wakil yang pukul" tutup Opan.

Rasa tidak terima Aprima atas kejadian ini, ia melaporkan permasalahan ini ke Polres Tidore Kepulauan.
Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi nomor : STPL/23/VII/2019/Malut/Res Tidore Kepulauan yang dikeluarkan oleh Briptu Syadat Alkatiri selaku anggota Jaka SKPT Polres Tidore. Dan Kasus ini sedang ditangani Polda Maluku Utara.(red)
Berita Terkait

00067917

Total pengunjung : 67917
Hits hari ini : 121
Total Hits : 254318
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120