07 Desember 2018 | dilihat: 181 Kali
Kasus Korupsi Proyek Rehab Pipa Merawang
2 Pejabat Kementerian PUPR Babel Ditahan Kejari Babel
noeh21
Abdurroni tersangka kasus korupsi rehab Pipa Merawang tahun 2016 ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka
Menjelang akhir tahun 2018 sebagai kado istimewa memperingati hari anti korupsi krops Adhyaksa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menahan dua orang pejabat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Pr Direktorat SDA Wil Sumatera VII Bangka Belitung, yakni ; Ir Abdurroni, MT dan Mulyanto ST MM MT.

Wartaone.net - Sungailiat - Kedua pejabat Kementerian PU PR Direktorat SDA Wil Sumatera VII Bangka Belitung itu ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka, setelah secara maraton diperiksa pidsus Kejari Bangka. Penahanan terhadap keduanya bersamaan dengan pelimpahan berkas perkara kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan proyek rehab pipa Merawang tahun 2016 lalu.

Kepada Pewarta HPI Babel, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka, R Jeffri Huawe melalui Kepala Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) menyampaikan, selain kedua pejabat tersebut juga menahan  Ir M Riffani dan  Yuda Suara alias Aloi yang sudah terlebih dahulu dititipkan ke lapas Tua Tunu.

"Mereka dijerat Pasal 2 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 KUHP, subsidiair Pasal 3 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 KUHP, diduga menyebabkan negara menderita kerugian Rp 2.950.589.335,-." jelas  Aditia, Kamis (6/12/2018).

Dijelaskan oleh Aditia secara terinci, kasus itu berawal Tahun 2016 saat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Pr Direktorat SDA Wil Sumatera VII  melaksanakan kegiatan rehab pipa transmisi Kolong Merawang menggunakan dana sebesar Rp 4.761.000.000, dan ditambah dengan pekerjaan pemasangan  pipa intake senilai Rp 1.200.000.000,  yang dimenangi oleh perusahaan PT Rian Makmur.

Namun pengerjaan proyek tersebut malah dilakukan oleh Yuda Suara alias Aloi Direktur PT Bangka Utama, yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka, dan sayangnya pelaksanaan proyek dikerjakan asal-asalan, sehingga pipa tak berfungsi dengan baik.

"Pipanya banyak  mengalami kebocoran sehingga pipa transmisi tersebut airnya tidak mengalir ke water treatment pump (WTP-red),"  jelas Aditia.

Sementara itu Kasi Intel Kejari Bangka, Andre juga membenarkan informasi terkait  adanya penahanan tersangka pipa Merawang.

“Betul memang ada penahanan tersangka pipa Merawang. Baru saja usai sekitar jam 16.00 WIB. Perkara ini merupakan pelimpahan dari penyidik Kejati Babel” ujar Andre saat dihubungi Pewarta HPI Babel.

Diketahui sebelumnya, perkara kasus dugaan korupsi rehab Pipa Merawang tahun 2016 mulai mencuat saat pimpinan Kejati Babel dijabat oleh Happy Hadiastuty pada tahun 2017 silam. (Red)
Berita Terkait

00048031

Total pengunjung : 48031
Hits hari ini : 69
Total Hits : 196450
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)