22 Januari 2017 | dilihat: 1019 Kali
Runtuh, Bangun dan Teraniayanya Pasar Senen
noeh21
Pasar Senen Terbakar (ist)

WartaOne, Jakarta -  Pasar Senen pertama kali dibangun pada 30 Agustus 1735 dengan nama Pasar Snees. Pasar yang pada awalnya hanya berlangsung pada hari Senin ini, dibangun bersamaan dengan pasar Tanah Abang oleh seorang tuan tanah yang juga Arsitek bernama Yustinus Vinck.

Seiring dengan perjalanan waktu, pasar tertua di Jakarta ini sempat berganti nama menjadi Vinck Passer (merujuk pada nama arsiteknya). Karena pasar ini mulai padat dikunjungi, maka sejak tahun 1766 Pasar Senen dan sekitarnya mulai dibuka setiap hari.

Selama lebih dari 280 tahun, kawasan Pasar Senen menyimpan banyak sejarah. Beberapa pemimpin gerakan seperti Chairul Saleh, Adam Malik hingga Soekarno serta para intelektual muda dan pejuang bawah tanah dari Stovia mejadikan kawasan Pasar Senen  sebagai tempat berkumpul.

Begitupun dengan para seniman dari era Pujangga Baru. Mereka dijuluki dengan Seniman Senen lantaran seputaran Pasar Senen menjadi tempat favorit bagi mereka untuk ‘kongkow-kongkow” dan berekspresi. Sebut saja Ajip Rosidi, Wim Umboh, Soekarno M. Noor dan sebagainya.

Pasar Senen semakin besar dan tumbuh sebagai pusat ekonomi dan hiburan. Bahkan sejak  pertunjukan film bioskop mulai diperkenalkan di Jakarta, dua Gedung Bioskop Rex dan Grand berdiri gagah diantaranya.

Kini, Pasar Senen bukan saja sebuah kisah tentang kemegahan, kemewahaan dan romantika masa lalu. Pasar Senen mulai ditinggalkan banyak orang, bukan hanya karena banyaknya Pusat Perbelanjaan modern yang tumbuh subur mengisi setiap pelosok Ibukota. Pasar Senen menjadi pasar yang menakutkan. Lagi-lagi terbakar, dan terbakar lagi.

Beberapa peristiwa tentang terbakarnya Pasar Senen.

15 Januari 1974:
Kebakaran melanda Pasar Senen pada tahun 1974. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Malapetaka 15 Januari (Malari). Saat itu, mahasiswa mendemo kedatangan Perdana Menteri Jepang Tanaka Kakuei ke Jakarta. Pasar Senen menjadi salah satu pusat kerusuhan yang diakibatkan oleh tragedi itu.

23 November 1996:
Api kembali melahap kawasan Pasar Senen pada 23 November 1996. Kejadian tersebut menghanguskan 750 kios di Blok IV dan V.

27 Januari 2003:
Pasar Senen kembali mengalami kebakaran pada Januari 2003. Kali ini si jago merah melalap 300 kios yang berada di Blok IV dan Blok IV B.

23 Maret 2009:
Kebakaran yang terjadi 23 Maret 2009 melanda pasar yang berlokasi dekat dengan terminal Senen. Api melahap toko yang banyak menjual buku-buku dan barang-barang lainnya. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
Api diketahui mulai berkobar sejak pukul 01.08 WIB. 24 unit pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan api.

11 Maret 2010:
Pasar Senen kembali terbakar pada 11 Maret 2010. Api melalap 2.337 kios yang menjual tas, sepatu dan pakaian. Sumber api berasal dari perbatasan Blok IV dan V Gedung Proyek Pasar Senen. 
Direktur Utama PD Pasar Jaya saat itu Djangga Lubis mengatakan, kebakaran itu diperkirakan menelan kerugian hingga Rp8,5 miliar, dengan rincian Rp3,5 miliar bangunan dan Rp 5 miliar kerugian pedagang.

25 April 2014:

Kebakaran hebat terjadi di Pasar Senen pada 25 April 2014. Api mulai membara pada Jumat pukul 04.20 WIB. Kebakaran tersebut diduga akibat hubungan arus pendek listrik di lantai 2 Blok III. Api yang melahap sekitar 20 jam itu melahap 3.000 kios. Menurut Ikatan Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, total kerugian akibat kebakaran di Pasar Senen saat itu mencapai lebih dari Rp100 miliar.

19 September 2016:
Kebakaran kali ini terjadi di Pasar Poncol yang masih dalam kawasan Pasar Senen. Api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. Sebanyak 29 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Setelah dua jam membara, si jago merah membakar enam kios di wilayah tersebut.

15 November 2016:
Kebakaran terjadi pada Selasa pukul 00.30 WIB di lantai 3 Pasar Senen. Hubungan arus pendek diduga menjadi penyebab kebakaran yang menghangus tiga toko. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran didatangkan untuk memadamkan api.

19 Januari 2017:
Kebakaran kembali terjadi di Blok III Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis dini hari, dan 42 unit mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar blok pasar itu. Lokasi Pasar Senen yang terbakar tepat menghadap jalan layang Pasar Senen ke arah Matraman, Jakarta Pusat. Sekitar 500 kios terbakar di Blok I dan III wilayah tersebut.

Berkait dengan peristiwa terakhir yang menghanguskan 1.100 kios tersebut, Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede berjanji akan membahas tata letak penampungan sementara dengan PT Pembangunan Jaya yang telah mewacanakan lapak dengan ukuran 2x2 meter.

Setelah berkali-kali peristiwa ini menimpa Pasar Senen. Timbul pertanyaan, terbakarkah? Atau dibakar?

Terlepas dari terbakar atau dibakar, Pasar Senen adalah runtuh bangunnya sebuah kisah panjang. (wiki/ant/ryr)

Berita Terkait

00054645

Total pengunjung : 54645
Hits hari ini : 74
Total Hits : 216436
Pengunjung Online : 2

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)