15 Januari 2017 | dilihat: 1490 Kali
Kuota Jamaah Haji 2017 Normal
noeh21

WartaOne, Jakarta - Alhamdulillah kuota jamaah Haji untuk Indonesia kembali normal semenjak pemerintah saudi arabia melakukan pengurangan kuota pada tahun 2013 lalu.

Pemerintah Saudi Arabia memangkas jumlah kuota setiap negara sebanyak 20%. Indonesia yang sejak 2013 mendapat jatah kuota jamaah sebanyak 211.000, saat ini dikurangi 20% menjadi 168.000 jamaah.

Berkat peran aktif Presiden Jokowi yang telah melakukan kunjungan kerja ke Saudi Arabia pada September 2015 lalu. Ditambah lagi dengan pertemuan  Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dan Menteri luar negeri Retno Marsudi dengan Deputi Putra Mahkota Kerajaan Saudi Arabia Muhammad Bin Salman di Hang Zhou, Cina pada September 2016 lalu, pemerintah Arab Saudi mengembalikan lagi kuota yang sempat dikurangi Plus tambahan 10.000 kuota bagi jamaah Haji Indonesia.

Dengan normalnya kembali kuota jamaah Haji Indonesia plus tambahan 10000 jamaah, maka kuota untuk tahun 2017 menjadi 221.000 jamaah. Hal ini disampaikkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Pada Rabu 11/01/2017 lalu.

Calon jamaah Haji Indonesia menyambut gembira perubahan kuota tersebut sebab daftar tungu (waiting list) sangatlah panjang bahkan sampai puluhan tahun, hingga banyak yang beralih ke Umroh. Proses cepat dan bisa memilih waktu pemberangkatan kapan saja.

Banyak pihak berharap, dengan kuota sejumlah itu bisa mengurangi daftar tunggu dan ada maksimalisasi alokasi penggunaan kuota dengan baik sesuai dengan porsinya serta tepat sasaran.

“Jangan sampai kuota tambahan ini diberikan kepada orang yang tidak berhak menerimanya,” ucap Syarifuddin, salah seorang calon jamaah yang telah bertahun-tahun menunggu pemberangkatannya.

Begitupun menurut Muhammad Yusuf, salah seorang crew Biro perjalanan Haji dan Umroh di Kendari. Menurutnya sangat disayangkan kalau penambahan kuota ini tidak dimaksimalkan.

Dia mencontohkan, beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan dan Maluku. Di Kabupaten Sidrap, diperkirakan ada yang baru bisa diberangkatkan pada tahun 2055, di Kabupaten Wajo ada yang baru bisa diberangkatkan pada tahun 2054, di Kabupaten Jeneponto ada yang baru isa diberangkatkan pada tahunn 2054.

Sedangkan untuk Kabupaten Halmahera Tengah baru bisa diberangkatkan pada 2029, Kota Ternate keberangkatannya pada tahun 2033, Kota Tidore pada tahun 2029.

Dengan demikian, pemberangkatan haji bagi yang belum pernah menjadi prioritas, bersamaan dengan itu adalah pembatasan haji yang hanya bisa sekali dalam seumur hidup.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggara Umrah dan Haji Republik Indonesia , Abdul Jamil mengatakan tidak bisa kita membatasi atau melarang orang untuk berhaji berkali kali itu hak asasi setiap orang untuk beribadah yang dijamin oleh undang undang.

“Soal daftar tunggu dalam tahap pelunasan memiliki 2 tahapan. Tahapan pertama yang di daftar tunggu hanya diperuntukkan bagi mereka yang belum pernah berhaji, namun kalau tidak terakomodir semua maka diberikan kesempatan kepada mereka yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji,” katanya kepada WartaOne beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan jajarannya yang telah berupaya sehingga Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi mengabulkan permohonan Pemerintah Indonesia  hingga mendapat kuota penambahan untuk tahun 2017. (Mrm)

Berita Terkait

00030900

Total pengunjung : 30900
Hits hari ini : 68
Total Hits : 155714
Pengunjung Online : 2

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)